Make your own free website on Tripod.com

. . . p e n t - u p . . .

Wednesday, December 08, 2004

Saya dan Poligami

Saya perempuan. Normal. Seratus persen perempuan sejak lahir yang tidak ingin berpura-pura atau menjadi laki-laki. Dan seperti banyak perempuan lain, saya tidak ingin suami saya menikah lagi (apalagi ketika saya masih hidup dan kami belum bercerai).

Tapi semua ketidakrelaan itu hanya akan mengungkung saya jika diterjemahkan dalam bentuk antipoligami. Buat saya, pernikahan adalah kemitraan dua pihak. Tidak ada yang berhak memaksa atau wajib dipaksa. Jika saya tidak bisa menerima istri muda suami saya, saya akan meminta suami untuk memilih salah satu di antara kami. Dan jika bukan saya pilihannya, saya pasti kecewa, sedih, dan marah.

Tapi bukankah masih banyak jalan menuju kebahagiaan?

Sekali waktu, saya ingin mengundang Anda makan siang bersama di sebuah restoran. Anda mungkin menggemari tomat. Saya tidak doyan wortel. Ketika Anda ingin makan sup tomat, haruskah saya memesan menu yang sama? Dan apakah saya berhak melarang orang lain di restoran itu membuat atau meminum jus wortel?

0 Comments:

Post a Comment

<< Home